Bagus Pakai Bedong Atau Tidak?

bedong bayi


Bayi bagusnya pakai bedong atau tidak sih? Ini adalah pertanyaanku sewaktu lahiran Ichi tahun lalu. Ichi adalah anak pertamaku dan aku belum pernah mengurus bayi sebelumnya, jadi banyak hal yang belum aku tahu termasuk urusan bedong. 

Bedong, apa sih bedong?

Bedong adalah kain berbentuk persegi yang digunakan untuk membungkus bayi. Bahannya beragam dan ukurannya juga beragam. Kita tinggal sesuikan dengan kantong dan ukuran badan si bayi.

Mengapa menggunakan bedong?

Biasanya orang menggunkaan bedong dengan alasan kalau si bayi tidak dibedong maka badannya tidak tegak lurus. Ada pula yang berasalan kalau bayi tidak dibedong maka si bayi akan kedinginan sehingga mudah sakit.

Jadi bagusnya bayi pakai bedong atau tidak?

Baiklah mom, ada dua pendapat yang berbeda yang aku dapat. Kalau pendapat para medis yang menolong persalinanku kemarin mengatakan "Bayi tidak perlu dibedong, membedong bayi membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Hal ini kurang baik untuk tumbuh kembangnya."

Sedangkan para tetua (nenek, ibu dan para ibu-ibu tetangga) bilang "Bayinya dibedong, nanti kalau tidak dibedong badannya tidak tegak lurus, nanti kedinginan dan gampang sakit lho."

OK fix, aku waktu itu jadi stres habis. Pas pakai bedong dimarihin pihak medis dan kalau tidak pakai dimarin para tetua adat. Dimarahin para tetua adat jujur lebih mengerikan dibanding dimarahin para medis. Karena kalau tidak nurut bakalan dicap sebagai pembangkang, dilema :T_T:

Aku jadi serba salah waktu itu dan akhirnya memutuskan untuk membedong. Gimana lagi kan sewaktu aku belum bisa bergerak banyak yang ngurusin si Ichi para tetua adat kan ya. Lagian aku sudah terlanjur beli banyak bedong sebagai persiapan. Mana banyak beragam pula tuh bedong yang aku beli. Ada bedong yang mahal, ada yang biasa, ada yang lebar, ada yang ukuran biasa. Beli banyak kemarin gara-gara aku diceritain kalau nanti sudah lahiran bakan butuh banyak kain bedong.


Tetapi saat aku sudah kuat dan Ichi umur seminggu dia mulai tidak dibedong. Aku membiarkan kain bedong berfungsi sebagai selimut dan tidak diikat. Sehingga kapan Ichi mau menggerakkan tangan dan kakinya dia bisa bergerak bebas. Ciat ciat ciat, tangan dan kaki Ichi bergerak terus kalau tidak dibedong. Akunya dimarahin sih, tapi ya senyumin aja.

Aku lakukan hal itu karena aku yakin para medis melarang mengikat bayi dengan bedong berdasarkan alasan jelas dan kajian panjang. Kemudian aku tetap menggunakan bedong sebagai selimut agar bayi tidak kedinginan. Aku yakin para tetua adat mengutarakan pendapatnya berdasarkan pengalaman dan rasa pedulinya terhadap aku dan Ichi.

Kalau mom bagaimana? Punya cerita tentang membedong bayi?


15 comments

  1. Aku kadang juga mikir gitu mbak walau belum menikah, cuman sering menyimak tiap kali berkunjung ke teman atau tetangga, saudara yang habis lahiran, ada bayinya yg dibedong, dan ada juga yang nggak.
    Mungkin kondisional aja ya mbak, kalau pas nggak ada orang2 bedongnya dibuka, kalau ada banyak orang, dibedong untuk menghindari cecaran rang-orang hehehe
    TFS Mba

    ReplyDelete
  2. Kalau aku mikirnya nggak dibedong yaa takutnya bayi jd ngga bergerak bebas hehe. Paling kl dingin yaa diselimutin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hu um, jangan sampai kedinginan kan si baby :)

      Delete
  3. Klw menurutku dibedong agar tidak kedinginan.
    Kasihan bgt klw masih bayi tidak diberikan selimut.
    Apalagi klw kebanyakan gerak bayinya, walau tidak digedong, pasti sering jatoh..

    Jadi aku polling lebih bagus di bedong, tapi sesuai adat dirumah iya..
    Klw udah bicara ada, no coment.. Hehehe

    ReplyDelete
  4. Aku bersyukur pas melahirkan bayi jauh dari keluarga sehingga aku bis amelakukan apa yang kupercayai, yakni gak membedong haha. Karena emang membaca bbrp literatur gak terllau banyak fungsinya ya? Anak bulejg gak dibedong, jd aku tim gak dibedong :D

    ReplyDelete
  5. Kalau di kampung atau sama ortu, pasti ya nyuruh bedong. Aku, entah ya tergantung sikon nanti, hahaha. Belum ada bayi ini

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Sewaktu bayi, anak-anaknjuga dibedong, tujuannya sih biar badan mereka hangat, apalagi sehabis mandi, biasanya kalau dibedong tidurnya nyenyak

    ReplyDelete
  8. kalau ku lihat temen temenku yang mommy muda udah jarang kak ngebedong anaknya. dibiarkan aja anaknya bergerak bebas. paling tangan ama kakinya di kasi kaus , selebihnya diselimutin aja

    ReplyDelete
  9. Aku bedong pas awal2 aja sih, itupun kata orang medis tangannya harus di keluarin spy tetep bisa gerak. Tapi pada akhirnya aku terserah si bayi aja. Kalo suka di bedong ya aku bedong, kalo gak suka ya enggak

    ReplyDelete
  10. Nama anaknya lucu deh, Mbak. Pake bahasa Jepang ehehe. Dulu, ponakanku dibedong sih waktu kecil. Tapi aku memang sempat baca-baca kalo membedong itu gak dianjurkan dalam ilmu kedokteran. Kalo aku punya anak nanti sih, aku bakal ikutin saran medis sepertinya.

    ReplyDelete
  11. Kalau di Medan masih melekat dengan pakai bedongan mba. Soalnya kaki bayi harus lurus biar gak terjadi kelainan kaki. Emang iya sih kalau adat mah susah.

    ReplyDelete
  12. Walau aku belum punya anak, cuma aku sering denger sih pro dan kontra seputar bedong ini. Kalau aku disuruh pilih, aku lebih mengikuti apa kata tim medis karena pernyataan mereka lebih logis dibanding para orangtua zaman old yang kadang masih percaya mitos*

    ReplyDelete
  13. mau di bedong atau ngga yang penting senyamannya bayi ya mbak, jangan sampe deh gara-gara kita orang tua memaksakan kehendak malah bikin bayi jadi gak nyaman atau kenapa-kenapa nantinya

    ReplyDelete