Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

No

Dark or Light Style

Yuk Perhatikan Asupan Gizi Anak Agar Terhindar Dari Gizi Buruk


Balita

Asupan nutrisi anak sangat memengaruhi kesehatannya. Jika orangtua tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi anak dengan baik, akan ada banyak masalah kesehatan yang bisa terjadi. Salah satu masalah gizi yang cukup parah di Indonesia adalah kurangnya asupan protein dan kalori pada balita yang menyebabkan beberapa masalah kesehatan balita yang puncaknya pada gizi buruk. Beberapa diantaranya adalah:

Marasmus

Marasmus adalah kondisi kurang gizi yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya asupan energi harian. Padahal seharusnya, penting untuk mencukupi kebutuhan energi setiap harinya guna mendukung semua fungsi organ, sel, serta jaringan tubuh.

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sebenarnya bisa mengalami marasmus. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh usia anak-anak yang biasanya terjadi di negara-negara berkembang.

Bahkan menurut data dari UNICEF, kekurangan asupan zat gizi merupakan salah satu dalang penyebab kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Kasus ini bisa memakan korban hingga mencapai angka sekitar 3 juta setiap tahunnya.

Apa saja gejala marasmus?

Gejala utama yang terjadi ketika seorang anak mengalami marasmus yakni penurunan berat badan drastis. Jika diperhatikan, anak dengan marasmus telah kehilangan banyak jaringan lemak subkutan di bawah kulit dan massa otot pada tubuh.

Akibatnya, indeks massa tubuh (IMT) balita merosot tajam hingga tergolong sangat rendah yang membuatnya mengalami gizi buruk.

Kondisi ini tak bisa disepelekan karena marasmus pada anak bisa mengakibatkan terhambatnya perkembangan fisik dan mental, alias gagal untuk tumbuh dengan normal.

Seorang anak yang mengalami marasmus bisa merasa sangat lapar, bahkan sampai mengisap tangan seolah sedang mencari sesuatu untuk dimakan.

Sementara di sisi lain, anak dengan marasmus bisa sampai mengalami anoreksia nervosa sehingga membuat tubuhnya tampak sangat kurus.

Hal ini dikarenakan anak tersebut tidak bisa makan atau menolak untuk makan. Seiring berjalannya waktu, jaringan lemak pada tubuh dan wajah balita yang mengalami marasmus perlahan menghilang.

Bukan hanya itu, tulang penyokong tubuh pun akan tampak sangat kentara di bawah kulit.

  • Selain itu, berikut beberapa gejala marasmus yang juga terjadi pada anak:
  • Diare kronis
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Terhambatnya perkembangan intelektual
  • Pertumbuhan tubuh terganggu
  • Rambut rapuh dan mudah rontok
  • Pusing
  • Kulit kering

Anak yang mengalami kurang gizi kronis biasanya terlihat tua dan seolah tidak punya energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Apa penyebab marasmus?

Kurangnya asupan nutrisi merupakan penyebab marasmus yang paling utama. Secara garis besarnya, marasmus bisa terjadi pada anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Mulai dari kalori, karbohidrat, protein, serta beragam nutrisi penting lainnya.

Beberapa hal berikut ini bisa menjadi penyebab marasmus:


  • Tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian
  • Makan dalam porsi yang terlalu sedikit sehingga asupan nutrisi kurang optimal
  • Memiliki satu atau lebih kondisi kesehatan yang menyulitkan proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh

Perlu diingat dan dipahami oleh para orangtua. Ketidakcukupan kebutuhan nutrisi harian dan kondisi kesehatan tertentu, sebenarnya tidak serta-merta langsung berujung pada marasmus.

Jika kedua kondisi tersebut masih diimbangi dengan tersedianya kebutuhan kalori harian, tentu rendah kemungkinannya untuk mengalami marasmus. Akan tetapi, sebaliknya, kalau ternyata persediaan kalori tidak terpenuhi dengan baik, marasmus bisa saja terjadi.

Risiko marasmus biasanya mengintai para bayi yang mendapatkan ASI maupun susu formula selama lebih dari 6 bulan, tapi tanpa disertai pemberian makanan padat.

Di samping itu, bayi yang lahir prematur dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga memiliki kemungkinan mengalami gizi buruk.

Itu sebabnya, penting bagi para orangtua untuk senantiasa memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan tahun-tahun awal kehidupan anak.

Dengan begitu, asupan nutrisinya dapat terpenuhi sehingga mencegah kemungkinan mengalami marasmus.

Apa pengobatan untuk mengatasi marasmus?

Setelah anak dipastikan mengalami marasmus, perawatan harus dilakukan sesegera mungkin. Salah satu langkah utama yang bisa dilakukan dokter serta ahli gizi yakni dengan memberikan susu formula F 75 yang dicampurkan bersama air matang.

Bukan sembarang susu, karena di dalam susu tersebut terbuat dari campuran gula, minyak sayur, dan kasein (protein susu). Setelah kondisinya cukup membaik, dokter akan membuat rencana makan khusus untuk anak.

Aturan makan yang harus dijalani oleh anak dengan marasmus sebaiknya kaya akan berbagai nutrisi, termasuk di dalamnya karbohidrat dan kalori.

Bahkan, kebutuhan kalori anak yang mengalami marasmus cenderung lebih tinggi ketimbang anak-anak lain seusianya.

Dalam kasus lain, tubuh anak bisa saja kesulitan dalam mencerna makanan karena sudah kehilangan terlalu banyak lemak dan jaringan tubuh.

Oleh karena itu, dokter dapat menanganinya dengan menyediakan makanan dalam porsi kecil, yang biasanya dialirkan melalui selang makanan melewati hidung.

Selanjutnya, selang tersebut akan langsung masuk kedalam lambung. Selain itu, jika anak juga mengalami dehidrasi, maka akan diberikan cairan infus ke tubuhnya.

Jika kondisi balita dengan gizi buruk disertai dengan infeksi, mungkin dibutuhkan pengobatan tambahan. Pemberian antibiotik maupun jenis obat-obatan lainnya biasanya diresepkan sesuai kondisi yang dimiliki balita.

Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah kondisi kekurangan gizi yang penyebab utamanya karena rendahnya asupan protein. Berbeda dengan marasmus yang yang mengalami penurunan berat badan, kwashiorkor tidak demikian.

Gizi buruk karena kwashiorkor membuat tubuh balita membengkak karena mengalami penumpukan cairan (edema).

Itu sebabnya, meski telah kehilangan massa otot dan lemak tubuh, anak dengan khwarshiorkor tidak mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Apa saja gejala kwashiorkor?

Salah satu ciri utama yang menandakan balita mengalami gizi buruk tipe kwashiorkor, yakni tubuhnya yang terlihat sangat kurus. Berbagai gejala kwashiorkor pada anak meliputi:

  • Kehilangan massa otot dan jaringan lemak
  • Kehilangan selera makan
  • Warna serta tekstur kulit dan rambut berubah
  • Kelelahan parah
  • Diare
  • Pertumbuhan tubuh terhambat
  • Edema (pembengkakan) di bagian tungkai bawah, kaki, lengan, tangan, serta wajah
  • Terganggunya sistem kekebalan tubuh, sehingga sering menimbulkan infeksi
  • Mudah marah
  • Ruam dan bersisik pada kulit
  • Bekas jari menetap pada kulit setelah ditekan
  • Meski sebenarnya bertubuh kurus, tak jarang kondisi kwashiorkor bisa membuat anak tampak gemuk bahkan normal. Sebenarnya ini bukanlah kondisi normal yang sesungguhnya.


Adanya pembengkakan atau edema yang terjadi di beberapa bagian tubuhlah yang kemudian seolah menggantikan hilangnya jaringan lemak dan massa otot. Padahal aslinya, tubuh anak dengan kwashiorkor sangat kurus dan hanya berisi cairan.

Apa penyebab kwashiorkor?

Kwashiorkor paling umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 4 tahun. Penyebab gizi buruk tipe kwashiorkor adalah karena tubuh balita kekurangan asupan protein yang didapat dari sumber makanan harian.

Normalnya, setiap sel di dalam tubuh seharusnya mengandung protein yang dibutuhkan untuk memproduksi sekaligus memperbaiki sel yang rusak. Itulah alasan mengapa fungsi tubuh dapat terganggu jika kekurangan asupan protein. Bahkan, hingga membuat anak-anak mengalami kwashiorkor.

Kondisi gizi buruk karena kwashiorkor bisa terjadi negara-negara, khususnya di daerah dengan kasus kelaparan yang tinggi akibat kurangnya pasokan makanan.

Di sisi lain, minimnya pengetahuan seputar kebutuhan gizi secara tidak langsung juga turut memiliki andil sebagai penyebab kwashiorkor.

Apa pengobatan untuk mengatasi kwashiorkor?

Menangani balita yang mengalami kwashiorkor tidak bisa dilakukan hanya dengan asal memberikan makanan saja. Sebaiknya perhatikan juga zat gizi yang terkandung di dalam makanan tersebut.

Penting untuk memberikan lebih banyak makanan sumber protein dan kalori guna memenuhi kebutuhan zat gizi yang tidak tercukupi.

Awalnya, dokter dan ahli gizi biasanya menyarankan pemberian susu formula khusus F 75. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan makanan sumber kalori dalam bentuk karbohidrat, gula, maupun lemak. Selang beberapa waktu setelahnya, anak baru akan diberikan makanan tinggi protein.

Penting untuk diperhatikan bagi para orangtua. Balita yang mengalami gizi buruk, terlebih kwashiorkor, harus didekatkan secara perlahan dengan beragam makanan guna memulihkan kondisinya.

Pasalnya, tubuh anak butuh penyesuaian kembali karena telah lama kehilangan nutrisi tertentu. Alih-alih mempercepat proses pengobatan, terlalu banyak dan terlalu sering memberikan makanan justru dapat mengagetkan sistem pencernaannya.

Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan pemberian suplemen vitamin dan mineral harian, tergantung kondisi dan kebutuhan anak.

Marasmik-kwashiorkor

Sesuai dengan namanya, marasmik-kwashiorkor adalah bentuk lain dari gizi buruk pada balita yang menggabungan kondisi dan gejala antara marasmus dan kwashiorkor.

Kondisi gizi buruk ini ditentukan dengan indikator berat badan balita berdasarkan usia (BB/U) kurang dari 60 persen baku median WHO.

Apa saja gejala marasmik-kwashiorkor?

Anak yang mengalami marasmik-kwashiorkor memiliki beberapa ciri utama, seperti:

  • Bertubuh sangat kurus
  • Menunjukkan tanda-tanda tubuh kurus (wasting) di beberapa bagian tubuh, misalnya hilangnya jaringan dan massa otot, serta tulang yang langsung kentara pada kulit seolah tidak terlapisi oleh daging.
  • Mengalami penumpukan cairan di beberapa bagian tubuh.
  • Namun, tidak seperti kwashiorkor yang mengalami pembengkakan pada perut, adanya edema pada anak dengan marasmus dan kwashiorkor sekaligus, biasanya tidak terlalu mencolok.


Bukan hanya itu saja, berat badan anak yang mengamai marasmus dan kwashiorkor sekaligus biasanya berada di bawah 60 persen dari berat normal di usia tersebut.

Apa penyebab marasmik-kwashiorkor?

Oleh karena marasmik-kwashiorkor merupakan kondisi yang menggabungkan antara maramus dan kwashiorkor, tentu penyebabnya pun demikian.

Secara garis besarnya, marasmik-kwashiorkor dikarenakan anak  kekurangan asupan zat gizi tertentu. Dalam hal ini meliputi kalori dan protein.

Apa pengobatan untuk mengatasi marasmik-kwashiorkor?

Secara umum, sebenarnya pengobatan yang bisa dilakukan untuk balita gizi buruk dengan marasmik-kwashiorkor merupakan gabungan dari dua kondisi sebelumnya. Di antaranya meliputi pemberian susu formula khusus serta pengaturan asupan makanan harian.

Kesimpulan

Kekurangan protein dan kalori banyak menimpa balita di Indonesia, akibat yang sangat merugikan dari efek ini adalah semakin tingginya angka gizi buruk di Indonesia, menurunnya kesehatan anak, tidak maksimalnya pertumbuhan anak dan lain-lain, yuk kita sama-sama perhatikan asupan gizi anak agar terhindar dari gizi buruk, gizi yang baik tidak harus mahal.
QuickEdit

You Might Also Like

No comments

Post a Comment

[name=Zefy Arlinda] [img=http://res.cloudinary.com/momsodell/image/upload/v1521166151/Zefy.jpg] [description=Hai Saya Zefy, Hobi Makan-makan | Memasak | Jalan-Jalan.] (facebook=https://www.facebook.com/arlindazefy) (twitter=https://twitter.com/zarlinda) (instagram=https://www.instagram.com/zefyarlinda/)